fbpx

Basis Data : Perencanaan dan Perancangan Basis Data

Perencanaan

Mengelola aktivitas-aktivitas yang memungkinkan tahapan database system development lifecycle dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. Pada tahap ini, direncanakan pula tentang pengembangan standar (cara pengumpulan data, format data, jenis dokumentasi, cara perancangan dan implementasi). Terdapat 2 langkah penting :

  • Mendefinisikan paparan misi (mission statement)
    Pada langkah ini, tujuan utama dari aplikasi basis data didefinisikan oleh orang-orang yang menggerakkan proyek basis data. Nah, paparan misi disini akan menolong dalam menjelaskan tujuan dari proyek basis data dan memberikan arah yang lebih jelas kepada pembuatan database system yang efisien dan efektif.
  • Mengidenfikasi sasaran misi (mission objectives)
    Sasaran misi yang ada harus dapat mengidentifikasi task tertentu yang harus didukung oleh basis data beserta beberapa informasi tambahan yang menentukan pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan dan resource serta biaya yang diperlukan.

Pendefinisian Sistem

Sebuah database pasti memiliki user view. Pada tahapan ini user view akan diidentifikasi dan ditentukan perannya. Selain itu, pendefinisian sistem juga meliputi pendefinisian cakupan dan batasan dari sistem.


Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan

Tahap ini akan mengumpulkan dan mengalisis tentang bagian organisasi yang akan didukung oleh database system sehingga dapat diidentifikan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun database yang diharapkan. Berikut adalah tahapannya:

  1. Informasi dikumpulkan untuk setiap tampilan utama
  2. Informasi dianalisis untuk mengidentifikasi kebutuhan
  3. Memutuskan bagaimana mengelola kebutuhan yang ada :

Pendekatan Terpusat (Centralized)

Pendekatan Integrasi Tampilan (View Integration)

Kombinasi

Kombinasi dari pendekatan terpusat dan pendekatan integrasi tampilan.


Perancangan Basis Data

Proses untuk membuat sebuah rancangan basis data yang akan mendukung paparan misi dan sasaran misi perusahaan/organisasi. Beberapa pendekatan perancangan antara lain :

  • Bottom-Up
    Direpresentasikan dengan proses normalisasi. Pendekatan perancangan bottom-up bagus untuk perancangan basis data sederhana dengan jumlah atribut yang relatif sedikit. Pendekatan ini dimulai dari level atribut-atribut dasar, kita analisis hubungan antara atribut-atribut tersebut, lalu kelompokkan menjadi entitas dan relasional.
  • Top-Down
    Diilustrasikan dengan konsep model entitas-hubungan. Pendekatan perancangan topdown cocok untuk perancangan basis data yang kompleks. Pendekatan ini dimulai dari pengembangan data model yang berisikan beberapa high-level entitas dan relationship, lalu diperbaiki supaya level menjadi lebih rendah sampai entitas saling berhubungan.

Fase perancangan basis data dibagi menjadi :

  • Konseptual
    Proses membangun model data yang digunakan dalam perusahaan. Masih belum mempertimbangkan bagaimana pertimbangan fisik, DBMS, dsb. Model data dibangun menggunakan informasi dalam dokumen spesifikasi kebutuhan pengguna (yang diproleh dari tahap Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan). Hasil dari fase ini akan menjadi sumber untuk fase berikutnya.
  • Logika
    Proses membangun model data yang berdasarkan model data tertentu dengan memetakan model konseptual yang telah diperoleh ke model logika (misalnya relasional, hirarkiral,dsb). Pada fase ini belum memikirkan DBMS ataupun fisiknya.
  • Fisik
    Proses menghasilkan deskripsi implementasi basis data di penyimpanan dan sudah bergantung pada DBMS. Di fase ini, relasi dasar, organisasi file, dan indeks yang digunakan dideskripsikan. Selain itu, batasan-batasan integerasi dan keamanan juga dideskripsikan.

Pemilihan DBMS

Tahap ini dilakukan sebelum fase perancangan logika pada basis data yang bertujuan untuk memilih DBMS yang cocok untuk kebutuhan basis data perusahaan.

Perancangan Aplikasi

Tahap ini dilakukan untuk merancang tampilan pengguna dan program aplikasi yang akan menggunakan dan memproses basis data. Perancangan basis data dan aplikasi dapat dilakukan secara paralel.

  • Perancangan transaksi
    Transaksi yang dimaksud disini adalah tindakan yang dilakukan pengguna atau program aplikasi yang mengakses atau mengubah konten basis data. Proses transaksi dapat berupa retrieval (mengabil data untuk ditampilkan) atau update (menambah data baru, menghapus data lama, atau memodifikasi data yang ada)
  • Perancangan antarmuka pengguna
    Tentunya suatu aplikasi membutuhkan antarmuka agar mudah dijalankan oleh pengguna. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun antarmuka diantaranya : kemudahan instruksi, penggunaan warna, pesan kesalahan, menarik secara visual,dsb.

Pembuatan Prototipe

Prototipe adalah model. Tujuan penggunaan prototipe pada perancangan basis data adalah untuk mengidentifikasi fitur-fitur sistem (apakah bekerja dengan baik atau tidak), memperjelas persyaratan pengguna dan mengevaluasi kelayakan desain.


Implementasi

Rancangan basis data dari tahap-tahap sebelumnya akan diimplementasikan. Digunakan DDL untuk membuat skema basis data dan membuat tampilan pengguna. Selain DDL, digunakan juga bahasa pemrograman lain untuk membuat program aplikasi dan DML untuk mengimplementasikan transaksi basis data.


Memuat dan Konversi Data

Terkadang, suatu perusahaan telah memiliki sistem basis data sebelumnya namun ingin berganti ke sistem basis data yang baru karena berbagai alasan. Masalahnya, belum tentu basis data lama tersebut sesuai dengan basis data yang baru. Jika ingin tetap memuat data-data yang ada pada basis data lama, maka tahap ini harus dilakukan. Tahap memuat & konvensersi data adalah tahap untuk mentransfer data yang ada ke database baru dan mengubah aplikasi yang ada untuk berjalan di database baru. Biasanya, DBMS memiliki utilitas untuk memuat file yang ada ke database baru.


Pengujian

Tahap Pengujian dalah proses menjalankan sistem basis data yang telah selesai dibuat dengan maksud menemukan kesalahan. Pengujian tidak dapat menunjukkan tidak adanya kesalahan, namun hanya menunjukkan apakah ada kesalahan perangkat lunak dan apakah basis data serta program aplikasi telah berjalan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa hal yang harus diuji antara lain : learnability, kinerja, kekokohan, recoverability, adaptable.


Pemeliharaan Operasional

Setelah instalasi, sistem database harus dipantau dan dipelihara agar terus bekerja optimal. Jika kinerja database menurun, mungkin memerlukan penyetelan/reorganisasi database. Aplikasi database juga dapat ditingkatkan jika diperlukan


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Pengenalan Basis Data, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

https://www.youtube.com/watch?v=cRfxRDL9NDk

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up